Pages

Friday, March 10, 2017

Master Segala Ilmu


Assalamu'alaikum.. sudah lebih dari satu tahun ga nulis di blog ini et causa kesibukan dokter muda yang ga ada habisnya...  dan tak terasa juga saya sudah berumur 22 tahun :) (Tapi kalo ketemu orang masih sering dianggap anak sekolahan.. mungkin karena saya pendek haha *kenyataan*, dan awet muda *kalo ini terlalu muji diri sendiri haha*).

Setiap saat saya selalu bertanya pada diri saya sendiri, siapa ya kira-kira jodoh saya ? apa saya bisa menjadi seorang yang layak untuk seseorang yang akan menjadi jodoh saya ?... apa saya bisa menjadi ibu yang baik kelak?..
Saya tau.. tugas wanita hanya menunggu dan memutuskan siapa yang kelak akan menjadi imam dalam rumah tangga nya, sementara seorang laki-laki bertugas untuk memilih dan menjadi "eksekutor" alias ngelamar seorang wanita yang ia pilih. (Semoga Allah mempertemukan saya dengan jodoh terbaik menurut versi-Nya. Dan, menjadi ibu dari anak yang sholeh dan sholehah.. Amin.)

Angkatan saya di FK Unair merupakan angkatan yang gercep banget dalam urusan bertemu dengan jodohnya.. alias banyak yang nikah muda :)) dan banyak sekali temen deket saya yang ingin segera menikah et causa ingin segera halal dengan seorang laki-laki yang sudah memilih mereka. Tapi.. saya termasuk wanita yang ingin "nanti aja"... nanti aja karena saya ingin memperoleh gelar MSi... Master Segala ilmu. Menurut saya, untuk menjadi seorang ibu dari anak yang sholeh dan sholehah, diperlukan ibu yang mempunyai gelar ini.. Tak terbayang bukan, untuk menjadi ibu yang baik itu harus banyak belajar dan terus belajar. Long life education :) (dan saya sebagai calon dokter juga harus selalu begitu). Jadi, untuk seorang ibu harus master apa aja sih ? check it out... (sok gaul haha)

  1. Seharusnya : Seorang ibu harus belajar Akuntansi, agar bisa mengurus pendapatan keluarga dan mengelolanya untuk kebutuhan rumah tanga, tabungan, serta menata pemasukan & pengeluaran yang seimbang. Kenyataan : Saya termasuk wanita yang masih belepotan dalam menata pemasukan dan pengeluaran. Meskipun saya ini mantan anak olimpiade matematika yang nyasar masuk FK haha , saya masih harus banyak belajar untuk memilah-milah mana yang menjadi prioritas pengeluaran saya. Saya masih harus belajar *fighting*
  2. Seharusnya : Ibu harus belajar ilmu Tata Boga, chef, atau perhotelan, belajar mengatur masakan keluarga dengan kreatif, supaya tidak bosan. Kenyataan : Jujur, makanan yang paling enak yang bisa saya buat adalah puding coklat dengan fla, itupun kalo gelas ukurnya ilang maka rasa pudingnya bakal jadi berantakan :)). 
  3. Seharusnya : Ibu harus belajar ilmu Keguruan. Ia harus menguasai ilmu yang diajarkan di sekolah dasar, agar bisa mengajari anaknya bila kesulitan dengan PR-nya. Kenyataan : Saya termasuk salah satu orang yang ga sabaran kalo disuruh berbagi ilmu dengan orang lain (diambil dari pengalaman saya waktu SMA yang gagal menjadi tentor yang baik buat temen-temen saya -_-). Jadi.. harus lebih sabar lagi yaa fik :)
  4. Seharusnya : (most important) Ibu harus belajar Agama, karena ibu-lah yang pertama kali mengenalkan anak pada Allah, membangun akhlak yang luhur serta iman yang kokoh. Kenyataan : Saya masih harus banyak belajar kalo mengenai hal ini :)
  5. Seharusnya : Ibu harus belajar ilmu Gizi, agar bisa menyiapkan makanan bergizi bagi keluarga, setiap hari. Kenyataan : Saya termasuk pecinta kanji , alias cireng haha. Bisa dinilai kan gizi dari makanan tersebut ? :( . Jadi, mulai dari sekarang harus dibiasakan makan makanan yang bergizi yaa fik :)
  6. Seharusnya : Ibu harus belajar Farmasi , agar dapat memberi pertolongan awal pada keluarga yang sedang sakit dan menyediakan boat-obatan ketika keadaan darurat. Kenyataan : Sebagai mahasiswa FK seharusnya sudah menguasai hal ini :) *tapi saya masih sering lupa dosis haha*
  7. Seharusnya : Ibu harus belajar keperawatan, karena beliaulah yang merawat anak/suami ketika sakit. Yang menyeka tubuhnya ketika tidak diperbolehkan mandi, mengganti kompres. Ibu adalah perawat yang handal. Kenyataan : Insya Allah saya bisa menjadi perawat yang diandalkan (Tapi kalo saya yang sakit masih nyusahin orang lain sih *maafkeun*)
  8. Seharusnya : Ibu harus belajar ilmu Kesehatan, agar bisa menjaga asupan makanan, kebersihan, melindungi anggota keluarga dari penyakit-penyakit yang bisa disebabkan oleh lingkungan. Kenyataan :  Sebagai seorang calon dokter, seharusnya tidak susah melakukan hal ini, namun terkadang kesibukan sebagai dokter muda sering menyebabkan saya tidak memperhatikan kesehatan saya sendiri *baca : saya sering sakit-sakitan et causa kurang tidur*.
  9. Seharusnya : Ibu harus belajar Psikologi, agar bisa berkomunikasi dengan baik saat menghadapi anak-anak di setiap jenjang usia, juga sebagai teman curta suami yang terabit, terutama ketika suami sedang mengalami masalah. Kenyataan : Bagi seorang introvert seperti saya, komunikasi merupakan salah satu momok . Untuk yang satu ini saya harus belajar lebih keras :) *ciiaooo*
Jadi.. menjadi seorang ibu yang baik tidaklah mudah, terlepas dari kelebihan dan kekurangan yang melekat pada masing-masing perempuan.. namun bukankah begitu luar biasanya seorang ibu ? Dengan multi talentanya, kesabarannya merawat, mendidik, dan menemani anak-anak dan suami nya. Yuk, mari kita sayangi ibu kita dengan segala apapun yang kita punya.. dan semoga kelak saya bisa menjadi bisa menjadi ibu dengan gelar master segala ilmu :)


0 comments:

Post a Comment